Menginap di IPB : ANJING !!!

Hari rabu tanggal 20 maret pertama kali pergi naik kereta Bersama teman – teman.  Fattah, ariq, vito, dan sovi sudah sampai di Stasiun tanjung barat. Kami masih menunggu untuk kedatangan yang lain yaitu syifa dan ibrahim. Kami menunggu mereka sampai jam 8 pagi.

Saat di gerbong kereta aku mengira akan penuh seperti yang aku takutkan tetapi ekspetasi ku tidak seperti realita. GERBONG NYA KOSONG !! aku bersyukur  sekali ibrahim datang telat.

terima kasih ibrahim.

New Canvas

Keluar dari “the lucky gerbong” aku dan yang lainnya berjalan terus untuk menemukan kakak sekala yang sudah sampai. Kebetulan juga kami sampai pas pada jam 9.00.

gadis berambut keriting yang memakai baju hitam yang bertulisan Penggalang Oase melambaikan tangan pada kami.

‘ Tata ! ‘ benakku.

Tata melambaikan tangannya ke arah kami. kami pun langsung berlari  ke arah rombongan tata yang menunggu teman – teman yang belum datang. Aku dan rombongan ku ikut duduk dan menunggu bersama mereka.

“masih menuggu siapa ?” kataku pada Tata.

“si Ceca. Dia kan dari arah jakarta kota jadi agak lama” kata Tata menjelaskan.

kami pun berangkat mencari angkot ke arah IPB. ternyata dari stasiun Bogor ke IPB memerlukan 2 angkot untuk dinaiki.

Capeknya… walaupun hanya duduk di angkot sambil memandangi sekitaran kota bogor. kami pun bergerak sangat jauh sehabis turun angkot ke tempat dimana kami menginap untuk semalam yaitu di UKF ( Uni Konservasi Fauna). Istirahatlah kita disana . Beberapa lama kemudian teman – teman yang lain pun datang.

tiba – tiba …. GUK GUK !! suara anjing mengonggong terdengar dari arah kanan saya. ada seekor anjing jantan yang tidak diketahui rasnya datang. Gonggongan anjing itu terdengar sangat marah karena kami ini orang baru kali ya sepertinya kami dikira maling. wkwkwkw (garing banget )

“namanya siapa kak? ” tanya gadis yang berpipi tembem nan imut yang biasa di panggil ratri.

“Ohh.. namanya choki” kata salah satu kakak Sekala menjawab pertanyaannya.

‘imutnya’ benakku dalam hati.

Selain choki ada juga kosmo anjing betina yang baik dan anaknya opa yang sangat aktif bila diajak main.

setelah semua sampai di UKF kami melakukan ISHOMA (Istirahat, SHOlat dan MAkan). Selesai ISHOMA kami melakukan upcara pembukaan sebelum memulai semua kegiatan yang akan dilakukan. Pemimpin upacara untuk hari itu adalah Kalila, gadis cantik berkerudung yang suara nya imut sekali~ dan pembawa upacaranya yaitu Naufal, laki – laki yang pendiam tapi larinya kencang loh.

sebelum memulai pengamatan pertama kami diajarkan tentang cara mencetak telapak kaki hewan dengan gypsum, semen putih yang sering ada di pinggir langit – langit rumahmu itu loh biasanya sering juga diukir cantik seperti akuu. wkwkwkw (narsis ya saya?).

Cara nya dengan hanya menyampurkan air dan bubuk gypsum nya sampai mengental. jangan terlalu cair, jangan terlalu mengental pokoknya pas.

selesai upacara dilanjut dengan pengamatan sore. Di pengamatan sore ini aku dan reguku, regu katelia namanya memasuki hutan kota. Seperti namanya hutan ini ada di tengah perkotaan.

.

Kakak – kakak Sekala lucu ya seperti kak Pawo yang tiba – tiba berakting dramatis sambil mengatakan.

“Wah~ ada telapak kaki harimau !!” katanya dengan akting nya yang terlalu dramatis.

dan itu mengambil perhatian saya sekilas saya mengira bahwa benar keberadaan kucing besar berbelang itu ada di hutan kota ini. Dan di akhir aku malah kecewa karena kak Pawo bilang ini hanyalah simulasi dan tidak ASLI.

beberapa anak di katelia mengerjakan yang telapak kaki tersebut sedangkan aku mencari sebuah serangga untuk dimangsa eh- untuk di amati.

‘hmmm… dimana ya… sore – sore seperti ini pasti ada’ pikirku sambil berendap -endap mencari sebuah serangga. Dan aku menemukan nya ada kupu – kupu putih yang kecil berhinggap di sebuah daun berwarna hijau.

‘tangan siap, kuda- kuda sudah… HAP! ‘ kataku dalam hati. Karena sangat kecil aku tidak bisa mengetahui tertangkap apa tidak. Karena terlalu cepat putus asa aku mengira bahwa kupu – kupu itu memang lepas. Saat kubuka jaringnya SET! kupu – kupu putih itu terbang keatas, layaknya dia yang pergi menjauh begitu saja.

-_-

( makanya jangan cepat putus asa )

kami kembali sehabis membungkus ” Telapak kaki harimau ” ceritanya.  Kami kembali dan melakukan ISHOMA lagi.

Dilanjut dengan Pengamatan malam….

Sepatu boots siap, senter siap, rasa ingin tahu WAH SIAP SEKALI.

di pengamatan malam ini kami masuk menelusuri hutan pada malam hari dan didalam sangat gelap sekali. Kami dibimbing oleh kak bambang karena dia predator malam eh- karena dia tahu tentang hewan – hewan malam dia menjelaskan bahwa

” anggap semua ular itu berbisa, anggap semua kodok itu beracun ” – Bambang, 2018.

.

Di malam yang dingin itu aku sangat gembira karena aku dapat belajar dan memegang banyak Reptil seperti Cicak batu ( Cyrtodactylus marmoratus ) dan bunglon surai ( Bronchocela jubata ) 

Selain hewan tersebut aku menemukan …

  • Burung cabak kota
  • Jangkrik
  • Longhorn beetle
  • tokai gecko

Malam itu adalah malam terkesan di hidupku (ea)

LANJUT HARI KEDUA YAA>>>

 

2 Comments

  1. Good job khansa😍
    Beberapa yang aku koreksi yaa “UKF” singkatan dari “Uni Konservasi Fauna”, tidak pakai ‘t’.
    Nama anjingnya kan choki, bukan chiko HAHAHA 😂
    Cuma itu saja dari aku, sampai bertemu di jurnal pertemuan selanjutnya 😊

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s